10 November 2011

Udang Mayones



Tadinya masakan ini mau diikutsertakan ke ajang NCC Chinese Food Week juga, tapi berhubung banyak juga yang entry masakan ini, akhirnya ga jadi...:). Saya posting disini karena masakan ini mudah banget bikinnya, rasanya juga beda-beda tipis sama yang ada di resto2 terkenal. Kalo liat bahan2nya, rasanya ga mau lagi deh beli di resto. Abisnya kalo di resto, harganya aduhai, padahal udangnya kecil2. Kalo bikin sendiri kan puas, udangnya besar2, saus mayones nya bisa dibanyakin sesukanya. Dan pastinya, biaya yang dikeluarkan tidak semahal kalo beli jadi di restoran.

Cobain deh, resep ini sungguh gampil. Di internet juga udah banyak beredar resep2 seperti ini. Kalo dipresentasi seperti di resto2, keluarga pasti suka, karena serasa makan di resto. Menurut saya, presentasi makanan itu walo sepele, tapi penting lho... Karena tampilan makanan yang menarik, membuat orang yang tadinya tidak tertarik, jadi mau mencoba mencicipi. Ini yang ibu ajarkan ke saya. Biar cuman sekedar tempe goreng, kalo dipotong dengan bentuk yang baik, digoreng hingga kuning keemasan (bkn agak gosong) dan ditata dengan apik diatas piring yang sesuai, tempe menjadi menarik untuk dicomot, bukan? Jadi jangan sepelekan presentasi makanan. Dengan presentasi yang baik, bisa mengangkat derajat makanan yang tadinya biasa-biasa saja menjadi menggiurkan untuk disantap.


Udang Mayones
Sumber: Seri Masak Femina " Hidangan Populer ala Kafe"

Bahan:
300 gr udang jerbung ukuran sedang
1/4 sdt kecap asin
1/8 sdt merica bubuk
1 putih telur
50 gr tepung kanji
minyak untuk menggoreng
1/2 sdt wijen hitam, sangrai, untuk taburan

Saus:
4 sdm mayones
2 sdt madu ---- saya suka ganti dengan susu kental manis
1 sdt air jeruk lemon


Cara Membuat:
  1. Kupas kulit dan ekor udang, belah punggungnya dan keluarkan kotoran hitam pada punggungnya. Olesi udang dengan kecap asin dan merica, sisihkan agar bumbu meresap (kurleb 10 menit).
  2. Kocok putih telur dengan garpu, celupkan udang satu per satu ke dalam putih telur, kemudian gulingkan ke dalam tepung kanji. Tepiskan sisa tepung.
  3. Panaskan minyak goreng yang banyak dalam wajan diatas api besar. Masukkan udang balut tepung secara bertahap, goreng dalam minyak panas hingga matang (kurle 3 menit), angkat, tiriskan.
  4. Campur bahan saus di dalam mangkuk, aduk rata, masukkan udang goreng, aduk hingga udang terselimuti saus. (saya tidak melakukan tahap ini karena saus nya hanya saya semprotkan diatas udangnya).
  5. Pindahkan udang mayones ke atas piring saji, taburi atasnya dengan wijen hitam, sajikan.

Catatan:
  • saya tidak melakukan langkah ke-4, karena saya ingin mempertahankan kerenyahan dari udang gorengnya. jadi udang ditata diatas piring saji, baru disemprot/coret2 atasnya dengan saus mayones. saus mayonesnya sebelumnya saya masukkan ke dalam kantong plastik segitiga dengan ujungnya digunting sedikit.
  • saya suka saus mayones yang rada manis, jadi ukuran 2 sdt seperti diatas, menurut saya agak kurang. silakan disesuaikan dengan selera masing2.


09 November 2011

Wonton with Chilli Oil

 Akhirnya kesampaian juga ikut Chinese Food Week di milis, setelah maju mundur ikutan apa engga. Udah mepet banget kirim entry-nya, pas deadline. Mudah2an masih bisa diikutsertakan. Kalo engga, ya buat nambah2 resep aja....:). Secara kebanyakan yang pengen dibuat sih.... Awal-awal pengen bikin Ma Po Tofu yang artinya Tahu Nyonya Bopeng (lucu ya) karena asal resep ini dari sebuah restoran di Sichuan yang didirikan kurang lebih 150 tahun yang lalu oleh Si Nyonya Bopeng tersebut. Ga jadi, karena udah ada yang bikin. Ganti resep lain, pengen bikin cakwe yang ternyata nama cina nya adalah You Tiau atau Crispy Chinese Crullers. Ga jadi lagi, karena ga punya salah satu bahannya, yaitu ammonium bicarbonate. Bikin yang gampang aja, Lotus Seed Soup atau ada yang menyebutnya Lienci Manis alias biji teratai dengan gula batu, sebangsa dessert yang terbuat dari biji teratai dan gula batu. Eh, ga jadi juga. Hahahaha..... Inilah akibat kebanyakan buku resep, sampai bingung mau milih resep yang mana. Saya sampai punya 2 buku resep masakan cina asli dari Cina terbitan tahun 1974, warisan dari ibu saya. Resep2nya menarik, walo sebagian besar berbahan baku B2. Tapi masih ada resep2 lain yang layak dicoba. Tapi ya itulah saya, kebanyakan ngikutin mood, akhirnya ga ada satu resep pun dari buku itu yang saya uji coba. Nanti deh ya, saya jadikan next project....:).

Setelah hati bimbang tak menentu, sementara waktu terus bergerak maju, akhirnya pilihan saya jatuh pada resep dari buku seri masak Femina "Cina Szechuan". Saya memilih Wonton with Chilli Oil karena tertarik aja dengan resepnya. Mudah dan praktis. Untuk rasa, sebenernya enak, tapi mungkin untuk lidah beberapa orang, Wonton with Chilli Oil ini rada kuat cita rasanya. Kalo wonton nya sendiri rasanya seperti pangsit rebus pada umumnya. Yang membuat unik adalah saus siramannya yang terbuat dari chilli oil dan merica szechuan.




Provinsi Szechuan atau ada yang menyebut Sechuan atau Sichuan, adalah sebuah provinsi yang terletak di bagian barat daya Cina. Szechuan dengan ibukotanya Chengdu, terkenal dengan masakannya yang bercita rasa lezat. Bahkan merupakan salah satu dari 4 daerah kuliner yang terkenal di Cina (3 lainnya adalah di bagian utara: Mandarin, selatan: Kanton, dan timur: Shanghai). Provinsi Szechuan dikelilingi pegunungan dan mendapat sebutan "daerah ikan dan beras". Iklim semi tropis di daerah Barat ini menguntungkan untuk bertumbuhnya secara berlimpah buah, sayuran dan berbagai macam rempah terutama cabe dan merica szechuan. Ditambah pengaruh Tibet, India, dan Pakistan yang berbatasan langsung dengan Szechuan maka masakan dari daerah ini merupakan satu2nya masakan Cina yang bercita rasa pedas.

Orang2 Szechuan menyukai makanan pedas karena menurut mereka akan membuat keluar keringat, sehingga membantu kulit tetap lembab di musim panas, dan membuat mereka tetap hangat dan segar saat musim dingin. Cita rasa pedas sering dipadukan dengan aroma merica merah szechuan, pasta wijen, tauco, daun bawang, jahe, bawang putih, kecap asin dan cuka beras. Ciri lain dari sajian szechuan adalah menggunakan kacang2an misalnya kacang mete dan walnuts. (Sumber: Seri Masak Femina, Cina Szechuan).




Salah satu bahan yang sering dipakai pada masakan Szechuan adalah merica szechuan (zanthoxylum pipertum). Merica szechuan disebut juga fagara, berasal dari provinsi szechuan di Cina bagian barat. Merica ini tidak termasuk dalam keluarga merica biasa, tetapi termasuk dalam keluarga pohon buah berry. Buah berry merah dipetik pada musim gugur dan dibiarkan kering terkena sinar matahari. Buah berry ini berukuran sekitar 1 cm. Buah berry yang kering ini lalu terbuka dan membentuk sekuntum bunga. Merica ini dikenal dengan sebutan Huajiao yang memberi cita rasa tidak sepedas merica yang lain. Merica szechuan tidak bisa digantikan dengan merica biasa. Saat digunakan, bisa dalam bentuk butiran, dimemarkan/ditumbuk, atau berupa bubuk. Merica ini sering digunakan dalam hidangan klasik szechuan seperti Mie Szechuan dengan daging bebek dan hidangan tumis lainnya.


Wonton with Chilli Oil
Sumber: Seri Masak Femina "Cina Szechuan"

Bahan:
100 gr daging ayam cincang
100 gr udang, kupas, buang kulit, cincang
1 batang daun bawang, cincang halus
1 putih telur
1/2 sdm tepung maizena
1 sdt kecap asin
1 cm jahe, cincang
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt gula pasir atau sesuai selera
1/2 sdt garam atau sesuai selera
12 lembar kulit pangsit ----- saya pake kulit gyoza


Saus (campur jadi satu):
3 sdt minyak cabai (chilli oil)
1 sdt gula pasir atau sesuai selera
1 sdt kecap asin
1/2 sdt garam atau sesuai selera
1 sdt merica szechuan

Hiasan:
2 buah cabai merah, iris serong 1/2 cm
daun ketumbar

Cara Membuat:
  1. Aduk jadi satu daging ayam, udang, daun bawang, putih telur, tepung maizena, kecap asin, jahe, merica, gula dan garam.
  2. Letakkan kulit pangsit diatas talenan datar, taruh 1 sdm adonan daging di tengah setiap lembaran kulit pangsit. Dengan menggunakan kuas, basahi pinggiran kulit pangsit dengan air. 
  3. Lipat kulit pangsit jadi 2 sehingga berbentuk setengah lingkaran, tekan pinggirannya sampai melekat. Lakukan sampai kulit dan adonan habis.
  4. Didihkan air dalam panci, masukkan pangsit secara bertahap dan biarkan mendidih sampai pangsit mengapung di permukaan air, angkat, tiriskan.
  5. Letakkan pangsit rebus diatas piring saji, tuangkan campuran saus diatasnya. Aduk sampai rata, lalu hias dengan cabe iris dan daun ketumbar.


Catatan:
  • Masakan ini lebih lezat bila dihidangkan segera dalam keadaan hangat.
  • Chilli oil ini sungguh pedas. Jika kurang suka pedas, bisa dikurangi jumlahnya.
  • Rasa makanan ini unik. Pedas, asin dan wangi merica szechuan yang khas. Mungkin untuk sebagian orang rada aneh, tapi sebenarnya enak koq, asal perbandingan gula, garam dan kecap asin nya pas. Untuk itu disarankan, jumlah masing2 bahan tersebut disesuaikan dengan selera.
 

05 Oktober 2011

Orak-Arik Sawi Putih



Sudah beberapa hari ini Jakarta mendung aja. Di daerah lain udah mulai hujan, di tempat saya cuma dapet mendungnya. Udara jadi panas, sumuk kalo orang Jawa bilang. Pengen makan yang seger-seger. Kebetulan udah 2 hari ini saya menjalani diet karbo (cieeeee.....uhuy!). Dalam rangka menurunkan berat badan yang udah ga bisa ditolerir lagi. Jadi untuk pelaku diet karbo, menu sehari-hari sebagian besar ya sayur-sayuran. Daging-dagingan masih boleh, tapi sebaiknya yang rendah lemak. 

Kebetulan di rumah ada sawi putih. Sengaja beli sayuran ini karena dalam rangka mempersiapkan diri mengikuti ajang Chinese Food Week (CFW) di milis. Jadi sebelum ikutan CFW, pemanasan dulu dengan membuat salah satu macam masakan Cina. Yang mudah-mudah aja, namanya juga pemanasan....:). Selain itu, kunci kelezatan masakan Cina sebenarnya bukan dari bahannya yang sulit, tapi dari kesegaran bahannya dan kesederhanaan bumbu dan proses memasaknya yang mampu menghasilkan masakan bercita rasa lezat, yang sudah diakui oleh orang-orang di seluruh dunia.





Konon, sawi putih adalah jenis sayuran yang berasal dari Cina. Sawi atau orang barat menyebutnya Wombok (Chinese Cabbage), termasuk golongan sayuran daun seperti kubis dan petsai. Hampir semua orang menyukai daun sawi karena rasanya enak dan segar. Sawi biasa digunakan untuk tumisan, lalap ataupun asinan. Daun sawi banyak mengandung vitamin A dan C, dan sedikit vitamin B. Jenis sawi putih memiliki daun yang lebar, berwarna hijau muda, lemas, dan halus, serta mempunyai tangkai daun yang panjang dan bersayap melengkung ke bawah. Batangnya pendek tegap. Rasanya enak sehingga lebih banyak disukai orang.


Resep sawi putih yang saya buat ini merupakan resep masakan Tionghoa yang sudah beradaptasi dengan masakan Indonesia. Orak-Arik Sawi Putih ini sudah banyak dimasak di banyak dapur di Indonesia. Bahan-bahannya simpel, membuatnya cepat dan mudah, dan hasilnya enak. Seperti pada kebanyakan masakan Cina, penggunaan bawang putih dan jahe menjadi semacam kewajiban. Ditambah sedikit saus tiram dan kecap wijen, jadilah lauk sayur sederhana namun tetap nikmat.





Orak-arik Sawi Putih
Sumber: Dapur Naga di Indonesia, Aneka Resep Hidangan Lezat, Paduan Kuliner Tionghoa dan Indonesia


Bahan:
400 gr sawi putih, potong selebar 2 cm
2 butir telur ayam, kocok
4 siung bawang putih, iris tipis
1 kerat jahe, iris tipis
2 cabe merah, buang biji, potong tipis memanjang
2 sdm minyak goreng, untuk menumis
200 ml kaldu ayam
2 sdm saus tiram
1/4 sdt minyak wijen
1/4 sdt garam atau secukupnya
1/4 sdt merica bubuk atau secukupnya
sedikit gula jika suka ------- tambahan dari saya


Cara Membuat:
  1. Tumis bawang putih, jahe dan cabe merah hingga harum. Tambahkan telur sambil diaduk-aduk hingga menggumpal. Tuangkan kaldu dan tambahkan sawi.
  2. Bumbui dengan saus tiram, minyak wijen, garam dan merica. Didihkan dan masak hingga matang, tetapi jangan sampai terlalu lunak.
  3. Angkat, hidangkan.