05 September 2012

Baguette Butter Pudding

Wah, rasanya udah seabad ga nengok2 blog saya. Saya ini memang moody-an sekali orangnya. Mau uji coba resep dan angkat kamera aja, malesnya minta ampun. Padahal jumlah koleksi resep terus bertambah. Benar2 pemalas :) Nah, setelah sekian lama berkubang dengan kemalasan, akhirnya hari ini saya nongol lagi. Mudah2an besok dan seterusnya, saya masih punya energi "rajin" untuk mengisi blog yang nyaris lumutan ini ya...Semoga saya selalu diberi kesehatan dan semangat 45 supaya saya bisa sharing sebanyak2nya resep yang saya kumpulin mulai dari buku2, majalah2, sampai guntingan2 majalah jadul. "Semangat ya Watiiiiii :)"

Kali ini saya mau posting makanan yang simpel tapi enaakkk... Boleh dikatakan makanan ini merupakan dessert khas dari Inggris. Bread Butter Pudding. Mungkin udah banyak yang tahu tentang dessert ini ya... Bikinnya simpel banget. Cuman butuh 5 bahan saja: mentega, roti, susu, dan telur. Ga perlu mikser, bisa dicicil bikinnya lagi. Rasanya ga begitu manis dan mengenyangkan. Kalo buat saya yang orang endonesah asli, makanan beginian cocoknya bukan sebagai dessert tapi sebagai sarapan. Dimakan anget2 enak, dimakan dingin pun tak masalah. Resepnya saya ambil dari buku nya Gordon Ramsay yang baru saya beli di toko buku Times (mumpung lagi ada diskon :-p). Di dalam buku berjudul Desserts ini, pak Gordon mengatakan bahwa setiap chef di dunia punya versi "bread and butter pudding"nya masing2. Ada yang pake panettone (roti khas Italia), pain au chocolat (pastry khas Perancis) dan brioche (roti mungil khas Perancis). Kalo Mr. Gordon lebih suka memakai roti baguette (French Bread) atau croissant. Karena menurut beliau, tekstur kedua roti tersebut memungkinkan adonan susu-telur bisa menyerap masuk ke dalam roti dengan baik. 





Baguette Butter Pudding laced with Baileys
Source: Desserts by Gordon Ramsay
Serves 6

Ingredients:
50 gr butter, softened
1/2 large French stick (about 150 gr), thinly sliced
60 gr sultanas or dried cranberries, or a mixture of both
2 large free-range egg yolks
2 large free-range eggs
40 gr caster sugar
300 ml double cream
300 ml milk
4 tbs Baileys cream liqueur, or more to taste
demerara sugar, to sprinkle
3 tsp apricot jam

How to make:
  • Use a large knob of the butter to grease the sides of a 1.5 litre shallow ovenproof dish. Spread the bread slices with the remaining butter. Arrange the bread in the dish in overlapping, sprinkling the dried fruit in between.
  • Beat the egg yolks, whole eggs and sugar together in a large bowl until creamy, then beat in the cream, milk and Baileys. Slowly pour this mixture over the bread.
  • Press the bread slices down gently with your fingers so they are completely submerged.
  • Leave to stand for about 20 minutes to allow the bread to soak up the custard. Preheat the oven to 180°C, Gas 4.
  • Stand the dish in a roasting tin and surround with boiling water to come halfway up the sides of the dish. (A bain-marie is used to avoid overheating the custard, which otherwise might curdle). Sprinkle with demerara sugar and bake for 40 - 50 minutes until golden. Shortly before this time is up, warm the apricot jam until runny.
  • Dab this glaze over the surface of the pudding and leave to stand for 15 minutes before serving. The custard will continue to cook and firm up during  this time. Trickle a little more Baileys over each portion to serve if you like.

Versi Bahasa Indonesia nya:

Bahan:
50 gr mentega, lembutkan
1/2 batang roti perancis besar (kurleb 150 gr), iris tipis
60 gr sultana atau cranberry kering atau campuran keduanya ----- saya pake cranberry, karena ada asam2nya
2 buah kuning telur ayam kampung ----- saya pake telur ayam negeri
2 buah telur ayam kampung ------ saya pake telur ayam negeri
40 gr gula kastor ---- saya pake gula pasir "gulaku"
300 ml double cream ---- berhubung ga punya, saya ganti susu evaporasi kalengan
300 ml susu cair
4 sdm Baileys cream liqueur ------ saya ganti essens vanilla
gula demerara untuk taburan ----- saya ga punya, saya ganti brown sugar
3 sdt selai apricot ----  saya ga punya, saya ganti dengan gula bubuk

Cara Membuat:
  • Oleskan pinggan tahan panas volume 1.5 liter dengan mentega. Oleskan sisa mentega pada setiap iris roti perancis. Susun roti dalam pinggan saling tumpang tindih, lalu taburkan buah kering diantara susunan roti tersebut.
  • Kocok kuning telur, telur dan gula dalam wadah yang cukup besar sampai rata, kemudian masukkan cream, susu cair dan Baileys (bagi yang menggunakan). Pelan2 tuang campuran tersebut (adonan custard) keatas susunan roti dalam pinggan.
  • Tekan secara perlahan potongan2 roti tadi dengan jari2 sehingga semua roti tersebut terendam oleh adonan custard.
  • Diamkan selama kurleb 20 menit agar roti menyerap adonan custard dengan sempurna. Panaskan oven di suhu 180°C.
  • Masukkan pinggan ke dalam loyang lain yang lebih besar, dan tuang air mendidih ke dalam loyang besar tersebut kurang lebih setengah tinggi pinggan. Metode au  bain-marie ini berfungsi untuk mencegah adonan custard kepanasan yang dapat menyebabkan adonan menjadi bergerindil. Taburkan gula demerara ke atas adonan dan panggang selama kurang lebih 40 - 50 menit hingga kuning keemasan. Sebelum waktu panggang habis, panaskan selai apricot hingga cair.
  • Setelah matang, segera oleskan selai apricot keatas permukaan puding dan biarkan selama 15 menit sebelum dihidangkan. Adonan custard akan terus mengalami proses pematangan dan menjadi padat selama 15 menit ini. Percikkan sedikit Baileys setiap porsi yang dihidangkan jika suka (berhubung saya tidak mengkonsumi alkohol, maka percikkan Baileys saya ganti dengan menaburkan gula halus).
Catatan:
  • Berhubung puding tidak manis, untuk mengangkat rasa manis bisa menambahkan: gula bubuk untuk taburan, dikucuri maple syrup (jika punya), atau dimakan bersama satu skup es krim vanilla.
  • Karena bagi saya puding ini cocoknya sebagai sarapan, maka saya mencicil membuatnya. Malam sebelumnya, puding dibuat sampai tahap roti terendam adonan custard. Tutup pinggan dengan plastic wrap, simpan di kulkas. Besok paginya, keluarkan pinggan dari kulkas. Taburi brown sugar kemudian panggang seperti di resep hingga matang. Setelah matang dan dibiarkan selama 15 menit, saya taburi gula bubuk. Bisa juga dikucuri maple syrup atau krim kental. Sarapan lezat dan bergizi siap disantap.
  • Oya, ternyata taburan gula demerara atau brown sugar kalo versi saya, bener2 membuat puding ini bertambah enak. Karena menghasilkan permukaan yang crunchy, sehingga memberi tekstur yang enak dikunyah. Jadi kalo bisa, jangan diabaikan taburan gula demerara ini yaaa.....



8 komentar:

  1. Hallo mbak Wati..

    Akhir2 ini saya ngikutin blognya mbak, dan ya rasanya seabad nunggu postingan baru dari mba.. I LOOOVVEEEE pictures you captured, it's like like a pro with touch of love and warmth.. Saya baru mau belajar food photography, dan mau bisa moto secantik foto2 makanan mbak Wati.. :)

    oya, request tips ato tutorial food photography dong mbaa, yg biasa mbak Wati lakukan klo moto makanan.. :) pleaseeeee............ :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. waahh, makasiy ya mba :) duh, saya ini kalo moto makanan ala kadarnya mba, blm sepinter dan secanggih temen2 foodie blogger yg lain. tapi insya Allah kapan nanti saya posting deh ya gimana setting moto makanan ala saya yg sederhana dan ala kadarnya itu :) trimikisiiii....

      Hapus
  2. Seperti biasa...fotonya selalu cantik mbak. Suka style Mbak Wati...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Mba Hestiii, long time no hear... Padahal aku sering liat buku mba di gramedia lhooo... sukses selalu ya mba :)

      Hapus
  3. Alhamdulillah di-update lagiii! =D
    I'm a newbie wife and a newbie fans of your blog since 2 weeks ago. Udah berkali-kali ngomong sendiri: kenapa blog wati-cookery ini ga diupdate yaa. Eh, kejawab sekarang. Semangat mbak Wati!

    warm regards from Jogja,
    vinkamaharani.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasiyyy ya mba Vinka, salam kenal yaaa :)

      Hapus
  4. Hi mba salam Kenal

    Fotonya cantik2 mba :))
    Ini salah satu Blog Fav aku,
    Mba Wati kau boleh minta alamat email nya mba ?

    Big Thanks
    evi

    http://defemmous.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Evi, makasiy ya :) email saya bisa ke: rach_ma19@yahoo.com..

      Hapus