27 Desember 2010

Muffin Pisang Keju

Senin ini sebenernya adalah senin yang cukup cerah, udara sejuk, hmm, nyamaaan banget. Tapi hati saya ga begitu nyaman, krn hubby sakit, hiks... Udah 2 hari panasnya cukup tinggi, 40 derajat celcius. Untung hasil cek darah utk demam berdarah & typhus, dua2nya negatif. Ternyata hubby kena virus akut, yg memang bisa bikin suhu badan tinggi selama beberapa hari. Kasiaaan my hubby. Alhamdulillah siy pagi ini suhu badannya kembali normal, setelah dokter internis menambah dosis obat turun panasnya. Tapi pusing, mual dan linu2 di persendian masih ada. Lumayanlah, yg penting panasnya dah reda.

Sambil nungguin hubby di tempat tidur, saya memandang keluar jendela. Tiba2 mata ini jadi adem liat rumput dan tanaman di taman nan hijau. Semua keliatan segar dan cerah ceria. Thanks to mama mertua yg udah menata taman di rumah ini jadi sedap diliat.





Mama mertua memang hobi tanaman. Hampir segala tanaman hias beliau koleksi. Mulai dari adenium, euphorbia, aglonema, keladi, suplir, anggrek dll. Dan beliau senang menatanya ala pengelompokkan...:) Misalnya untuk adenium digerombolkan jadi satu. Begitu juga suplir, anggrek, aglonema, keladi dan mawar putih.  




Oya, mama mertua juga suka teratai. Dulu dibela2in beli sampai ke Bogor buat hunting teratai warna kuning yg cukup langka. Sempat dikasih tetangga teratai kuning, tapi kayaknya sekarang udah ga ada. Mungkin teratai kuning kurang tahan banting dibanding teratai warna lain. Teratai di rumah ditanam di gentong/gerabah terbuat dari tanah liat yg diisi air dan diberi ikan kecil2. Ikan2 ini fungsinya agar jentik2 nyamuk tidak mudah berkembang-biak. Ikan2 kecil ini kesayangan hubby. Hampir tiap pagi dikasih makan pake makanan khusus untuk ikan hias. Harga makanannya aja lebih mahal dari ikannya. Lha wong ikannya cuman ikan murah2 yg biasa dibeli anak SD di depan sekolah, hehehe.... Kalo lagi hujan deras, kasian juga ikan2 itu. Mereka suka loncat keluar karena air yang meluap dr dalam gentong. Kalo ga ketauan, ya mati deh. Kalo ketauan, dibalikin lagi ke dalam gentong. Makanya belinya ikan2 murah aja. Soalnya suka ilang ato mati dimakan kucing.....:)




Sambil menikmati udara pagi itu yang cukup sejuk, tiba2 perut saya  keroncongan. Ya iyalah, wong belum sarapan. Liat2 isi kulkas, wah, masih ada pisang 2 biji yg udah tua banget, sampe kulitnya coklat. Saya lupa kalo pisang itu rencananya mau dibikin Banana Fruit Cake. Tapi berhubung hubby lagi sakit, dan lagi males juga baking yang ribet2, bikin muffin aja deh....

Buka buku andalan Aneka Muffin punya Femina, jadilah pagi itu baking muffin. Lumayan cepet bikinnya, rasanya juga enak, kerasa pisangnya dan ada asin2nya dari potongan keju didalamnya. Yummy... ! Oya, muffin ini empuk lho.... dan tetap empuk walo udah dingin.




Muffin Pisang Keju
Source: Aneka Muffin - Lezat Sekejap 30', Seri Masak Primarasa Femina


Bahan2:
  •  250 gr tepung terigu serbaguna, ayak
  • 100 gr gula kastor
  • 50 gr brown sugar
  • 1 1/2 sdt baking powder
  • 1/4 sdt garam
  • 75 keju cheddar, cincang kasar  ----- saya: dipotong2 kotak2 kecil
  • 300 gr pisang ambon kupas, haluskan ------- saya: 2 pisang cavendish yg udah tua bgt
  • 2 butir telur
  • 100 gr mentega tawar, lelehkan
  • 1/4 sdt vanili bubuk
  • 1 buah pisang ambon, iris melintang 1/2 cm untuk hiasan ----- saya: ga pake
  • cokelat putih serut untuk hiasan -------- saya: ga pake
Cara Membuat:

  1. Panaskan oven pada suhu 200 derajat celcius. Siapkan loyang muffin berlubang 12 @100 ml (saya pake loyang muffin biasa merek chefmate), alasi semua lubang dengan mangkuk kertas, sisihkan. Dalam mangkuk besar, campur tepung terigu, gula kastor, brown sugar, baking powder, garam dan keju, aduk rata, sisihkan.
  2. Campur pisang lumat, telur, mentega leleh, dan vanili dalam mangkuk lain, aduk rata menggunakan spatula.
  3. Tuang adonan pisang ke dalam mangkuk berisi campuran tepung, aduk asal campur menggunakn sendok kayu/spatula (5 kali). ------- kalo saya lebih dari 5 kali, tapi jgn sampai adonan tercampur rata/kalis, masih ada tepung yg belum tercampur ga apa2.
  4. Tuang adonan ke dalam 10 lubang cetakan, biarkan 2 lubang sisanya tetap beralaskan mangkuk kertas (kalo saya pas 12 lubang cetakan terisi semua). Masukkan ke dalam oven, panggang selama kurleb 25 menit hingga matang.
  5. Keluarkan muffin dari oven, diamkan selama 5 menit, keluarkan muffin dari loyang, pindahkan ke atas rak kawat. Hias dengan irisan pisang dan cokelat putih serut, sajikan.




16 Desember 2010

Sprinkles

Sprinkles

Ada yg punya kebiasaan yg sama ga dengan saya? Suka kalap kalo liat sprinkles warna-warni, dengan sgala bentuk yg lucu2, nge-gemesin. Saya ini ga jualan cupcakes, pun ga pinter men-dekorasi kue tart, tapi bgitu liat sprinkles ini, rasanya koq pengen dibeli aja. Ada kenikmatan tersendiri begitu ngeliat sprinkles ini yang tampak lucu dan blink2 di mata saya....:).

Kadang saya suka bingung, ada yang bilang sprinkles, dragees, non pareils.  Apa siy beda dari ketiga penamaan itu. Trus pernah denger juga ga istilah: jimmies? sugar pearls? sanding sugar? crystal sugar? Ternyata, kesemua istilah itu fungsinya sama, yaitu sebagai candy decorations

Hasil dari googling, saya dapet nih, definisi dari istilah2 diatas: 
  • Sprinkles
Sprinkles (sometimes known as "jimmies" or "hundreds-and-thousands" ; see below) are very small pieces of confectionery used as a decoration or to add texture to desserts – typically cakes or cupcakes, cookies, doughnuts, ice cream, and some puddings. The candies, which are produced in a variety of colors, are usually too small to be eaten individually and are in any case not intended to be eaten by themselves, being nearly flavorless. In the Netherlands, chocolate sprinkles, or "hagelslag," are used as a sandwich topping for sandwiches with sweet contents; this is also common in Indonesia, once a colony of the Netherlands (www.reference.com)
Nah, dari penjelasan diatas, ternyata meses ato istilah orang dulu "hagelslag" itu juga termasuk dalam golongan sprinkles. Dari www.reference.com itu jg dibilang bahwa jimmies itu ternyata sprinkles yang bentuknya mirip meses. Di New England, segala sprinkles itu disebut dengan jimmies. Bahkan di beberapa negara, sprinkles lebih dikenal dengan sebutan "hundreds and thousands".

Jimmies

Jadi semua tergantung istilah yang biasa dipakai di setiap negara. Di Indonesia, sprinkles lebih dikenal dengan istilah "spikels". Tapi pada intinya, segala candy decorations aneka bentuk dan warna, yang ditaburkan ke atas cupcakes, cakes, cookies, donat, ice cream ataupun puding itu disebut dengan sprinkles. Non pareils, dragees, sanding sugar, crystal sugar dan pearls sugar termasuk ke dalam sprinkles.

Sprinkles diatas biasa disebut dengan Sequin. Yang berbentuk dinosaurus disebut Dino Quins. Yang berbentuk bunga disebut Daisy Quins. Yang berbentuk bulat disebut Round Small/Confetti Sequin.

  • Non pareils atau hundreds and thousands: adalah sprinkles yang berbentuk bola2 yang sangat kecil.  Awalnya dulu diproduksi hanya berwarna putih. Tapi sekarang udah banyak non pareils dengan warna yg lebih variatif. 

Non pareils

  • Dragees atau ada yang menyebutnya dengan istilah Cachous adalah non pareils dalam bentuk bola2 yang lebih besar, dan biasanya dilapisi dengan warna silver, gold atau bronze. Namun sekarang ini juga sudah ada dragees dengan warna pink, hijau dan biru. Ukurannya pun bermacam2, bahkan ada yang sekecil ukuran non pareils warna-warni diatas.


    Dragees atau Cachous
      
    Sanding Sugar
    Crystal Sugar




13 Desember 2010

Kiwi Fools


Kapan itu, kiwi lagi murah di supermarket2. Beli deh, karena buah ini cukup bagus kandungan vitamin C-nya. Saya dan suami biasanya dimakan begitu aja atau di-juice. Tapi lama2 bosen juga. Akhirnya nyari2 resep yang gampang berbahan kiwi ini. Ketemu di buku resep Primarasa Femina berjudul "Olahan Lezat Susu dan Krim". Di resep, bahan yang digunakan ga hanya kiwi, tapi ada buah lain juga yaitu stroberi dan peach kalengan. Saya hanya bikin yang pake kiwi aja.


Fruit Fools
Sumber: Primarasa Femina "Olahan Lezat Susu dan Krim

Bahan:
4 buah peach kalengan
4 buah kiwi
200 gr stroberi
100 gula kastor
1000 ml krim kocok (whipped cream)
1/2 sdt esens almond

Hiasan:
daun mint
peach kalengan, tiriskan, iris
kiwi, kupas, iris tipis
stroberi, buang kelopaknya

Cara Membuat:
  • Tiriskan peach dari kalengnya. Kupas kiwi dan buang bagian tengahnya yang keras. Buang tangkai dan kelopak stroberi. Cincang peach, kiwi dan stroberi secara terpisah.
  • Masukkan peach dan 1/3 bagian gula dalam blender, proses hingga halus. Tuang dalam mangkuk. Dengan cara yang sama haluskan kiwi dengan 1/3 bagian gula dan stroberi dengan sisa gula.  Jika perlu, saring kiwi dan buang ampas/bijinya. *kalo saya ga disaring, jadi masih keliatan bijinya*.
  • Tuang krim kocok dalam mangkuk. Dalam mangkuk lain yang lebih besar, taruh es batu. Taruh mangkuk berisi krim dalam mangkuk berisi es batu. Kocok krim dan esens almond dengan mikser berkecepatan sedang hingga kaku.
  • Campur 1/3 bagian krim kocok ke dalam setiap pure buah. Aduk rata masing2 bagian dengan pengocok kawat atau spatula. Tuang masing2 bagian ke dalam gelas saji. Hias dengan buah iris dan daun mint. Simpan dalam lemari es hingga saat disajikan.
Tips:
  • aneka buah segar maupun kalengan bisa dibuat fruit fools. Pilih buah yang rasanya manis, tidak terlalu asam, misalnya mangga, melon, semangka, durian dan lain2.
Menurut saya, makan dessert ini  seperti makan ice cream. Tapi agak lebih magteg. Saya prefer di-juice ajah....:). Oya, Kiwi Fools yang saya bikin ga bisa berwarna hijau seperti di buku, karena kiwi nya udah terlalu matang, jadi udah berubah warna kekuningan. 

Eclairs

Sebenarnya, eclair itu adalah adonan sus yang dibentuk memanjang. Menurut buku Pastry-nya Manfred Lange & BBC, sus (choux) merupakan adonan pastry yang paling mudah dan sederhana. Adonan dasarnya hanya mentega, air/susu, tepung terigu dan telur, yang dibuat semacam bubur pekat, kemudian disemprot dan dipanggang.

Eclair sendiri dibuat dari adonan sus tadi. Adonannnya dinamakan eclair paste atau choux paste (adonan sus). Nama Prancis untuk adonan sus ini adalah pate a choux (yang artinya adonan kol krn sus terlihat seperti kol).

Kalo di buku Pastry Manfred Lange ini, adonan sus sebaiknya menggunakan tepung terigu protein tinggi agar menghasilkan struktur sus yang baik. Biasanya, sus yang pake tepung protein tinggi, hasil kulitnya  agak keras dan kokoh (ga mudah mengempis).  Contohnya Sus Merdeka. Tapi saya sendiri lbh suka kulit sus yang lembut/lunak. Karena sus model begini, mengingatkan sy akan kue sus jaman dulu yang sering dibuat ibu saya. Ibu pinter sekali bikin kulit sus yang enak. Ibu dulu pake telur bebek bukan telur ayam, sehingga kulit sus nya bisa mekar dan menul2. Rasanya gurih dan lembut, sehingga  saya & kakak saya sering meng'gado' kulit sus begitu aja tanpa isi saking enaknya Makanya, sy cocok dengan resep kue Soes Vla Klasik Pak Hadi Tuwendi ini. Karena ini tipe sus jadul yang kulitnya lunak. Bisa lunak karena tepung yang dipake adalah tepung protein rendah. Udah gitu, resep vla-nya  juga yummy banget. Ini vla juara deh bagi saya....:)


Soes Vla Klasik (Hadi Tuwendi)
Sumber: detikfood.com

Bahan Soes

Bahan A:
120 gr tepung terigu protein rendah (misal Cap Kunci)
50 gr butter -------------- sy pake Baker's mix
60 gr hollman butter ----- sy pake butter unsalted Anchor
240 gr air
Bahan B:
18o gr telur ayam kampung -------- sy pake telur ayam negeri. berat ini tanpa kulit yaa..
1/2 sdt toffieco vanilla ------------ sy ga pake
1 gr baking powder -------- sy pake 1/4 sdt bp

 Cara Membuat:
  • Campurkan semua bahan kulit A (kecuali tepung) hingga air mendidih. Matikan api dan masukkan tepung terigu. Setelah diaduk rata, nyalakan api kembali, masak sampai matang. Kocok dengan mikser medium speed sampai hangat kuku. *sy pake whisk mixer nya yang buat nguleni adonan roti. pernah nyoba pake yg buat ngocok telur, mixer nya dgn sukses jebol....:)*
  • Masukkan bahan B, kocok dengan whisk hingga adonan licin dan mengkilap.
  • Cetak/semprot sesuai selera. Kalo saya, dispuit pake spuit Wilton no.  2B, sebanyak 3 tumpuk utk setiap eclair. Ide ini sy dapat dr youtube (ChefDePatisserie).


adonan eclair yang di-spuit 3 tumpuk

adonan sus eclair yang siap dipanggang
  • Sus siap dipanggang suhu atas 190 derajat celcius dan 220 derajat celcius api bawah selama 22 menit. *kalo saya cukup dipanggang dgn suhu 180 - 190 derajat celcius kurleb 30 - 35 menit (asal udah ga ada lagi busa2 butter nya dan sus berwarna kuning kecokelatan).


sus eclair yang sudah matang

Tips untuk kulit sus:
  • Ketika adonan kulit sus dikeluarkan dari oven, jaga suhu agar tidak berubah supaya kulit tidak kering dan tetap lunak. Biasanya kulit sus saya masukkan ke dalam wadah plastik kedap udara.
  • Setelah kulit sus matang, biasanya saya segera memberi lubang di dasar kulit sus di beberapa tempat dgn menggunakan sedotan. Hal ini berguna agar udara yg berada di dalam kulit sus bisa keluar. Dengan cara begini, kulit sus tidak akan mengempis (soggy) dan tetap bagus bentuknya.

Bahan Isi (Vla Halus)

A. 
135 gr gula pasir halus
1 gr garam
350 gr susu cair UHT

B.
90 gr tepung maizena
3 butir kuning telur
325 gr susu cair UHT

C.
125 gr fresh cream, kocok ------- sy pake whipped cream non-diary
2 - 3 sdm toffieco rum BF


Cara Membuat:
  • Masak semua bahan A hingga mendidih. Aduk semua bahan B lalu campurkan ke A. Masak sampai mendidih dan kental. Angkat, kocok dengan mikser hingga dingin.
  • Simpan di kulkas sebentar hingga dingin. Setelah dingin, campurkan bahan C, kocok dengan mikser low speed hingga tercampur rata.
  • Dinginkan vla, lalu semprotkan ke dalam kulit sus.
Tips untuk Vla:
  • Vla setelah dicampur dengan krim kocok tidak boleh dikocok terlalu lama agar vla tidak pecah.
  • Vla harus dingin agar tidak lumer ketika disemprotkan ke dalam kulit. Karena itu sebaiknya dinginkan dulu di kulkas selama 1 - 2 jam.
  • Saya memasukkan vla ke dalam kulit sus melalui lubang2 kecil yang udah sy buat sebelumnya. Jadi sus terlihat rapi. 
  • Krim kocok yang sy pake sengaja yang terbuat dari non-diary, agar vla kuat di suhu ruang (tidak cepat lumer).




07 Desember 2010

Merebus Lasagna Mentah

Sering mengalami kesulitan pada saat merebus lasagna mentah dalam jumlah banyak? Lembaran lasagna saling lengket satu sama lain? Berikut ini saya mau share cara merebus lasagna yang selama ini saya lakukan. Alhamdulillah, ga pernah lengket. Mudah2an tips saya ini berguna.

Lasagna Mentah

Lasagna yang biasa saya pakai adalah seperti gambar diatas. Saya ga begitu suka lasagna instant. Karena menurut saya, rasanya kurang mantap, kurang kenyal dan mudah rapuh. Ini menurut saya lhoo...



  • Gbr. 1: didihkan air & minyak goreng dalam panci/wajan beralas lebar. Ini supaya lasagna punya space yang cukup sehingga lembaran tetap dalam posisi yang rata (tidak melengkung).
  • Gbr. 2: kecilkan api dan jaga air masih dalam keadaan mendidih.
  • Gbr. 3: masukkan lembaran2 lasagna satu per satu. kalo bisa, lembaran2 tsb jangan menumpuk dalam satu posisi, tapi diselang-seling. misalnya, yang lembaran pertama posisinya horizontal, lembaran ke-2 yang masuk diusahakan vertikal. hal ini juga untuk menghindari lembaran2 lasagna lengket satu sama lain.
  • Gbr. 4 & 5: bolak-balik lembaran2 lasagna sesekali (pelan2 aja ya, karena lasagna mudah robek). pindahkan lembaran yang ada di bawah ke atas, begitu juga sebaliknya. agar lasagna rata matangnya dan juga menghindari lengket.
  • Gbr. 6: begitu lasagna sudah al-dente, angkat lasagna satu per satu dan masukkan ke dalam baskom/wadah berisi air dingin ato air biasa. tunggu beberapa saat sampai lasagna tidak panas lagi. tiriskan. lasagna matang siap digunakan.

Insya Allah cara diatas, lasagna ga akan lengket lagi dan bentuknya cantik rata. Siap disusun dengan saus dagingnya, taburi lapisan paling atas dengan keju mozarella dan parmesan. Panggang. Lasagna lezat siap disantap....:)


Lasagna ala Wati Cookery

26 November 2010

Kue Duren (Kue Lumpur Duren)

Kue Lumpur Duren


Sebenernya resep kue ini udah lama ada di folder resep saya. Ga tau knapa, tiba2 pengen bikin kue ini bgitu liat stock duren monthong di freezer masih banyak. Dulu resep ini sempat rame di milis. Makasiy banyak untuk Mba Yanti Keik House untuk resepnya yang maknyus..

Aslinya, kue ini dimasak dengan dikukus. Tapi setelah diperhatiin lagi, ternyata bahan2 dan cara membuatnya agak2 mirip kue lumpur. Akhirnya, saya panggang aja adonan kue ini di cetakan kue lumpur. Ternyata, hasilnya enak juga, lembut, ga terlalu manis, dan yang pasti duren banget...:). Beda dengan dikukus, dengan cara dipanggang ini ada aroma panggang yang enak banget. Wangi duren pada saat kue menjelang matang, bener2 harum dan mengundang selera.

Karena saya panggang, ke dalam adonan saya tambahkan mentega leleh. Tujuannya, selain menambah gurih, juga agar adonan tidak lengket pada cetakan. Resep dibawah ada yang saya rubah sedikit, dan sudah saya bedakan juga cara membuatnya untuk yang dikukus dan yang dipanggang. 


cetakan kue lumpur


Kue Duren
Resep asli: Yanti "Keik House"
Modifikasi: wati cookery

Bahan:
8 butir kuning telur
4 butir telur
350 gula pasir
350 tepung terigu (resep asli 300 gr, kl mau rada padat, pake 350 gr)
1200 ml santan dari 1 1/2 kelapa parut yang sudah dikupas (dimatangkan santannya) ----- saya pake 200 ml santan kemasan yang diencerkan dengan air hingga 1200 ml, tambahkan sedikit garam, rebus hingga mendidih, sisihkan
100 ml susu kental manis
450 gr daging durian monthong (kalo durian biasa, pake lebih banyak lagi)
400 gr kentang dikukus, lumatkan ---------- saya kentang dikukus dulu, lumatkan, timbang seberat 400 gr
100 gr mentega, lelehkan ------ ini modifikasi saya, di resep asli ga pake
Kismis secukupnya ------- saya pake potongan keju cheddar

Cara membuat:
  1. Blender halus kentang, daging durian, dan sebagian santan.
  2. Di dalam wadah lain, masukkan terigu, gula pasir, telur, susu kental manis, tuang sedikit2 sisa santan (kalo saya, santannya dalam keadaan panas), aduk rata. 
  3. Kukus: sementara panaskan dandang kukusan, oles tipis2 mangkuk plastik/cetakan dengan minyak. 
  4. Panggang: panaskan cetakan kue lumpur dengan api kecil. 
  5. Masukkan kentang dan durian yang sudah diblender, aduk rata. (pd tahap ini saya menambahkan mentega yang sudah dilelehkan).
  6. Kukus: panaskan cetakan sebentar aja. tuang adonan hampir penuh, kukus 5 menit. Buka tutup kukusan, beri kismis, kukus lagi sekitar kurleb 7 menit.
  7. Panggang: masukkan adonan ke dalam cetakan kue lumpur yang sudah panas, tutup. Tunggu kurleb 5 menit. Buka tutup, taburi dengan potongan keju cheddar, tutup lagi. Tunggu hingga adonan matang. Angkat, letakkan kue yang sudah matang diatas lembaran daun pisang agar wangi.

adonan siap dipanggang



  Ada sedikit note dari Mba Yanti:
  • Api kukusan jangan besar.
  • Gunakan kismis yang berwarna gelap supaya lebih cantik.
  • Selalu pake durian monthong karena jadinya lebih wangi. Boleh pake durian biasa, tapi pemakaiannya jadi lebih banyak. Tapi tidak pengaruh ke tekstur kue.
Note dari wati cookery:
  • Ada baiknya adonan mentah didiamkan dulu kurleb 15 menit sebelum dipanggang.
  • Adonan mentahnya bisa disimpan di kulkas. Jadi ceritanya, pagi waktu lagi manggang, tiba2 saya ada telpon dan saya harus pergi saat itu juga. Karena belum slesai manggang, akhirnya saya simpan sisa adonan di kulkas. Baru malamnya saya lanjutkan lagi. Menurut saya, hasilnya lebih cantik & enak daripada adonan sebelumnya yang belum masuk kulkas. Saya jadi inget cerita ibu saya, bahwa dulu bliau sering nyimpen adonan mentah kue lumpur di kulkas. Jadi malem ibu saya udah bikin adonan mentahnya, besok pagi2 baru dipanggang. Cara ini lumayan juga membantu kalo kita harus bikin dalam jumlah banyak krn bisa dicicil.
  • Menurut saya, lebih cocok kue ini diberi topping keju ketimbang kismis, krn ada sensasi asin yang memberi 'warna' lain dari rasa kue yang manis.
  • 1 resep diatas bisa menghasilkan kurleb 80 - 85 kue duren panggang, dengan besar cetakan kue lumpur yang saya pake.
  • Kayaknya enak juga ya kalo kue duren panggang ini saya namakan Kue Lumpur Duren...:) 

Kue Lumpur Duren








24 November 2010

Ice Cream Scoop

Selain fungsinya yang memang untuk menyendok ice cream, scoop ini juga bermanfaat untuk memudahkan kita dalam mencetak kue kering/cake agar seragam besarnya.

Ice Cream Scoop


  • Untuk No. 1, ukuran diameter 2" : berguna untuk membagi adonan cupcake/muffin agar sama banyaknya. Selain itu, dengan bantuan scoop ini, pengisian adonan ke dalam loyang cupcake/muffin menjadi lebih rapih (tidak belepotan).
  • Untuk No.2, ukuran diameter 1 1/2" : berguna untuk mencetakan kukis berukuran besar (seperti chocolate chips cookies) atau cupcake ukuran mini.
  • Untuk No.3, ukuran diameter kurleb 1 1/4" : biasanya saya gunakan untuk mencetak kue kering. karena ukuran scoop cukup kecil, pas untuk kue kering sekali suap. Hanya saja, alat ini tidak menggunakan gerigi untuk menggerakan plat besi yang ada di dalam scoopnya. Scoop ini menggunakan tuas yang kita tekan pada saat akan mengeluarkan adonan dari cetakan.

Sifter (Ayakan)

Kita biasa menyebutnya ayakan, karena kegunaannya memang untuk mengayak tepung dan bahan2 kering berbentuk tepung lainnya. Ada banyak bentuk ayakan yang ada, dari ukuran besar hingga kecil. Ada yang memakai gagang, ada yang tidak. Ada yang saringannya rapat, ada yang agak renggang. Semua memiliki fungsi yang sama yaitu untuk menyaring tepung menjadi lebih halus dan homogen.



berbagai bentuk & ukuran ayakan (sifter)

Ada pula bentuk ayakan yang menyerupai gelas. Yang saya punya ini terbuat dari plastik. Penggunaannya sama seperti ayakan biasa, hanya ini dibantu dengan handle (pegangan) yang berfungsi menggerakan jari2 yang berada diatas saringan. Fungsi jari2 tersebut adalah menekan tepung keatas saringan dengan gerakan memutar kiri-kanan, agar tepung bisa keluar dari saringan. Cara pakai alat ini sederhana saja: masukkan tepung, kemudian genggam gagangnya, lakukan gerakan genggam - lepas, genggam - lepas, sehingga tepung keluar dari ayakan. Bentuk ayakan seperti ini hanya digunakan bila jumlah tepung tidak terlalu banyak. Karena kalo terlalu banyak, berat tepung akan menekan saringannya, handle untuk memutar saringan menjadi berat dan tidak dapat digerakkan.



flour and icing sugar sifter



Ada juga alat seperti diatas yang terbuat dari stainless steel. Saya pernah liat di Ace Hardware. Keliatannya lebih kokoh dan reliable ketimbang yang plastik ini. Kayaknya ayakan stainless steel itu akan masuk dalam wish-list saya.....:)

Measuring Cup & Spoon (Gelas dan Sendok Ukur)

Measuring Cup (Gelas Ukur)

Biasanya di dalam resep2 Barat, jumlah bahan2 kue atau masakan, diukur dengan gelas ukur (measuring cup). Sedangkan di negara kita, jumlah bahan biasanya diukur dengan timbangan (metrik). Baik gelas ukur maupun timbangan, sebenernya sama saja. Kedua cara tersebut bisa saling menggantikan. Sudah banyak di buku2 resep konversi dari cup ke gram, maupun sebaliknya. Untuk pembahasan ini, nanti akan saya buat dipostingan berikutnya yaa..


Measuring cup stainless

Gelas ukur yang banyak dijual biasa terbuat dari stainless steel, plastik maupun gelas. Penggunaannya biasa saja. Masukkan bahan yang akan diukur (bisa bahan kering maupun basah) ke dalam gelas ukur. Untuk bahan kering, seperti tepung, gula dsb, pereskan/ratakan permukaannya menggunakan pisau atau apa saja. Sebaiknya masukkan bahan kering ke dalam gelas ukur dengan bantuan sendok atau alat lain. Bukan gelas ukur yang menyendok bahan kering dari tempatnya. Karena kalo gelas ukurnya yang disendokkan ke dalam bahan kering, takaran menjadi lebih berat dari ukuran sebenarnya. Jadi untuk keakuratan ukuran, letakkan gelas ukur pada permukaan datar, masukkan bahan kering/basah ke dalam gelas ukur, dan ratakan permukaannya.

Gelas ukur seperti gambar diatas terdiri dari 4 ukuran, yaitu: 1/4 cup (60 ml), 1/3 cup (80 ml), 1/2 cup (125 ml) dan 1 cup (250 ml).



Measuring Spoon (Sendok Ukur) 

Sendok ukur biasa terbuat dari stainless steel atau plastik. Sekarang di pasaran, ada berbagai rupa bentuk sendok ukur, ada yang bulat, lonjong bahkan kotak. Sendok ukur digunakan untuk mengukur bahan dalam jumlah kecil, yang tidak bisa diukur dengan timbangan. Range ukurannya biasanya antara 1/4 sendok teh (sdt) hingga 1 sendok makan (sdm).


Measuring Spoon (Sendok Ukur) Stainless

22 November 2010

Udang Masak Cabai Kering

Udang Masak Cabai Kering



Masaknya dah lama, tapi baru sekarang ceritanya. Selama ini hobi nya baking. Jarang banget bikin masakan. Paling yang gampang2, seperti: macaroni schotel, lasagna, pastel tutup, sup2an. Kebetulan juga macaroni adalah jualan andalan, jadi hanya itu yang paling sering dimasak....:)

Buat masakan ini karena kebetulan punya persediaan udang yang cukup banyak di freezer. Dan kebetulan juga suami doyan banget sama udang. Ya sudah, cari2 resep di rak buku, buka2 folder masakan Femina, ketemu resep ini. Bahannya sederhana, rasanya mendunia....*halah*


Udang Masak Cabai Kering
Sumber: Seri Masak Femina, Primarasa Resep Favorit
 
Bahan:
400 gr udang ukuran sedang
1 putih telur
1 sdt tepung maizena
1/4 sdt garam
2 siung bawang putih
30 gr cabai kering
minyak untuk menggoreng dan menumis

Saus:
1 1/2 sdm kecap manis
1 sdm kecap asin
1 sdm angciu ----- saya tdk pake
1/2 sdt merica bubuk
2 sdt gula pasir
1/2 sdt cuka/air jeruk lemon
1 sdt minyak wijen

Cara membuat;
  1. Kupas kulit udang, buang kepalanya, sisakan ekornya. Rendam dalam campuran putih telur, tepung maizena dan garam, aduk rata, diamkan selama 30 menit.
  2. Cincang halus bawang putih, sisihkan. Cuci dan rendam cabai kering dalam air panas sampai lembab, kemudian potong-potong ukuran 2 cm.
  3. Panaskan minyak goreng dalam wajan, goreng udang sebentar sampai berubah warna, angkat, tiriskan.
  4. Panaskan kembali 1 sdm minyak goreng, tumis bawang putih sampai harum, masukkan cabai kering. Tuang bahan saus, aduk rata.
  5. Masukkan udang goreng, aduk sebentar sampai rata, segera angkat. Pindahkan ke dalam piring saji, segera hidangkan panas.

Cara Aman Menggulung Bolu Gulung

Bolu gulung (bolgul) sebelum digulung, biasanya diolesi dengan selai atau dengan adonan filling seperti buttercream ato krimcis. Kalau diolesi dengan selai, panas2 bolgul bisa langsung digulung. Tapi bagaimana jika olesannya adalah bahan yang tidak tahan panas seperti buttercream atau krimcis. Berikut tips agar bolgul tidak patah walo digulung dalam keadaan sudah dingin:

Sumber: Buku "Kreasi Bolu Gulung" Sedap
  1. Letakkan kue diatas serbet dan kertas roti.
  2. Buang sisi kue kalau kering (kalau tidak kering, tidak perlu dibuang).
  3. Kerat-kerat kue di beberapa tempat. Asal terkerat permukaannya saja.
  4. Gulung kue pada ujungnya.
  5. Tarik kertas hingga kue menggelinding dan tergulung.
  6. Lipat serbet jadi terlipat dua.
  7. Gunakan penggaris bolgul dan tarik serbet hingga kue tergulung padat dan melingkat bulat.
  8. Bungkus bolgul hingga rapat dan biarkan hingga gulungan mantap.

Chiffon Cake Gulung




Bolgul atau bolu gulung, adalah salah satu jenis cake yang paling susah dibuat menurut saya. Bukan pada saat buat adonan mentahnya, tapi pada saat proses menggulungnya. Sudah beberapa resep dicoba, hampir semuanya berakhir dengan patahnya bolgul. 


Di salah satu majalah Sedap baru2 ini, saya nemuin resep diatas. Tertarik mencoba (walo masih parno) karena jumlah telurnya yang hanya 4 butir. Jadi kalo gatot, tidak terlalu rugi dan kecewa. Lagipula, resep ini adalah cake jenis chiffon. Saya pernah baca, kalo bolgul yang terbuat dari adonan chiffon termasuk bolgul yang aman, karena kemungkinan  bolgul akan pecah atau patah ketika digulung sangat kecil. Karena adonan chiffon sangat lentur. Kebetulan juga kue ini mau saya suguhkan untuk arisan ibu mertua di rumah, semangatnya dobel dan harus berhasil....:)


Percobaan pertama langsung sukses. Ternyata kali ini saya bisa buat bolgul nan mulus, tidak patah, dan yang pasti rasanya enak lembut. Hmm, boleh juga resep ini. Dengan jumlah telur sedikit, bisa menghasilkan bolgul yang lembut seperti bolgul dengan jumlah kuning telur lebih banyak. The recipe is recommended.


Chiffon Cake Gulung
Sumber: Majalah Sedap

Bahan:
100 gr tepung terigu protein rendah
25 gr gula pasir halus
60 gr minyak goreng
80 ml susu cair
1/4 sdt pasta vanilla
4 kuning telur, kocok lepas
4 putih telur
1/4 sdt garam
1/4 sdt cream of tartar ---- saya tidak pake
1/2 sdt cokelat pasta

Bahan olesan:
75 gr selai strawberry

Cara membuat:
  1. Ayak tepung terigu. Tambahkan gula pasir halus. Aduk rata. Sisihkan.
  2. Campur minyak goreng, susu cair dan pasta vanilla. Aduk rata.
  3. Tuang sedikit-sedikit ke campuran tepung terigu sambil diaduk rata. Tambahkan kuning telur. Aduk rata. Sisihkan.
  4. Kocok putih telur, garam dan cream of tartar sampai setengah mengembang. Masukkan gula pasir sedikit-sedikit sambil dikocok sampai mengembang.
  5. Tuang sedikit-sedikit ke campuran tepung terigu sambil diaduk perlahan.
  6. Ambil 75 gr adonan. Tambahkan cokelat pasta. Aduk rata. Tuang di tengah adonan putih. Aduk sekali.
  7. Tuang sambil digoyang-goyang di loyang 28x28x4 cm yang dialasi kertas roti tanpa dioles margarin.
  8. Oven 30 menit dengan api bawah suhu 180 derajat celcius sampai matang.
  9. Oles dengan selai strawberry. Gulung dan padatkan.
Untuk 14 - 16 potong

Catatan:
  • Untuk menghindari bolgul patah, saya taburi gula halus dulu alas yang akan dibuat untuk menggulung. Alasnya terdiri dari serbet + kertas roti yang sudah ditaburi gula halus. Jadi begitu adonan matang, segera balik di atas alas diatas. Oles dengan bahan olesan, terus langsung digulung dan padatkan. Saya memadatkannya dibantu pake penggaris besi yang 30 cm. Diamkan adonan yang sudah tergulung rapi beberapa saat. Kalau sudah dingin, biasanya saya simpan di kulas, biar gulungan tambah rapat dan rapi.


Easy Tirami-su



Tirami-Su, dessert khas Itali ini mempunyai arti pick-me-up. Ada sedikit cerita tentang Tirami-su ini yang saya dapat dari Majalah Santap. Konon, Tirami-su ini merupakan makanan favorit wanita tuna susila di rumah bordil yang terletak di lantai 2 Restoran Le Breccherie di kota Treviso, Venesia. Le Breccherie terkenal sebagai resto pertama yang memasang menu Tirami-Su dalam bentuk modern (1970-an).

Kabarnya di sela waktu istirahatnya, para WTS ini biasa menyantap Tirami-Su. Mereka merasakan bahwa lezatnya citarasa espresso yang pekat dan liqueur kopi khas Tirami-Su ini sanggup memulihkan stamina mereka dalam sekejap. Mungkin ini mengapa disebut dessert "pick-me-up", yang bisa berarti so uplifting, so refreshing....

Resep yang mau saya share ini diberi kata "easy" karena memang versi yang satu ini sangat mudah membuatnya. Ga pake proses membuat adonan telur mentah dan menggunakan krimcis biasa saja, bukan mascarpone. Memang, secara rasa, Easy Tirami-Su ini tidaklah se-nendang Tirami-Su yang pake keju mascarpone. Tapi lumayanlah untuk selingan di sore hari....:)


Easy Tirami-Su
Sumber: Majalan Santap

Bahan:
Sirup Kopi
100 ml kopi hangat (dari 2 sdt kopi bubuk instan)
2 sdm liqueur kopi/brandy/rum ----- saya ga pake
2 sdt gula pasir
9 - 12 ladyfingers, potong-potong jadi 4

Adonan krim keju
1 sdt gelatin bubuk
1 sdm air
3 sdm liqueur kopi/brandy/rum ---- saya ga pake
250 mascarpone atau keju krim/cream cheese
90 ml krim kocok/krim kental

Hiasan
Cokelat bubuk
Hiasan dari cokelat

Peralatan khusus:
8 gelas berkaki yang tinggi (parfait) ---- saya pake gelas plastik utk pudding/verrines

Cara membuat:
  1. Sirup Kopi: campur kopi dengan liqueur kopi/brandy/rum dan gula sampai gula larut. Benamkan ladyfingers dalam sirup kopi satu per satu. Atur dalam dasar gelas. Sisihkan.
  2. Adonan keju krim: campur gelatin dengan air, tim dalam panci berisi air panas hingga gelatin larut. Masukkan liqueur kopi/brandy/rum dan gula.
  3. Taruh mangkuk berisi krim kental/kocok dalam baskom berisi air es. Kocok dengan mikser kecepatan sedang hingga berbuih lembut.
  4. Dalam mangkuk besar, kocok mascarpone/keju krim dengan mikser kecepatan rendah hingga rata. Masukkan larutan kopi yang telah diberi gelatin.
  5. Campur krim kocok dalam 3 tahapan ke dalam adonan keju krim, aduk balik.
  6. Tuang adonan keju kirm ke atas ladyfingers yang ada dalam gelas. Tutup dan simpan dalam lemari es.
  7. Sebelum disajikan, taburi permukaannya dengan cokelat bubuk dan hiasi dengan hiasa cokelat.

Kuih Bangkit Jahe



Kali ini, kue bangket versi peranakan. Boleh dapet resepnya dari hasil cuci mata di Toko Buku Kinokuniya Plaza Senayan. Resep asli di buku tidak pakai jahe. Berhubung yang bikin pengen yang versi jahe, jadilah resep ini dimodif dengan penambahan jahe bubuk dan jahe segar. Resep modifikasi ini hanya memakai 1/2 resep aslinya.


Kuih Bangket Jahe
Sumber: Resep Kuih Bangkit, dari buku "Classic Peranakan Cooking"
Modifikasi: wati cookery

Bahan:
325 gr tepung sagu sangrai
25 gr jahe bubuk
100 gr gula pasir
90 gr gula semut/palem
2 kuning telur
125 ml santan kental, hasil rebusan 150 ml santan kental dengan 2 jempol jahe geprek

Cara membuat:
  1. Kocok gula + kuning telur + 1/2 bagian santan hingga gula hancur. 
  2. Masukkan sisa santan, aduk rata.
  3. Masukkan tepung sagu sangrai + jahe bubuk. Aduk hingga rata. Pada tahap ini, adonan akan berat dan lengket.
  4. Uleni adonan diatas alas/talenan hingga adonan tidak lengket lagi di tangan (kalis). Apabila adonan masih lengket, boleh ditambahkan tepung sagu sedikit-sedikit saja, hanya sampai adonan kalis dan tidak lengket.
  5. Gilas adonan diatas alas yang sudah ditaburi tepung sagu, setebal kurleb 0,5 cm. Cetak sesuai selera. Kalau di buku, setelah adonan dicetak bentuk bunga, kemudian permukaannya di'cubit' pake pastry pincer/crimper, untuk membentuk motif garis2.
  6. Panggang kue di suhu 160 derajat celcius selama kurang lebih 25 menit. Kalau di buku selama 10 menit. Tapi saya segitu belum matang. Pokoknya tanda kue udah matang adalah kue harus kering dan tidak empuk di bagian tengahnya.


Tips Menyimpan Keju

Keju pada umumnya mempunyai daya simpan 4 - 5 hari untuk keju lunak, dan 5 - 10 hari tahun untuk keju tua. Untuk menjaga mutu keju, perhatikan kiat menyimpan keju sebagai berikut:

  1. Untuk keju segar, taruh dalam wadah tertutup, simpan dalam lemari pendingin dan pergunakan 1 - 2 hari setelah dibeli, karena keju ini tidak tahan lama.Keju lunak yang diperam, bungkus sisanya dengan alumunium foil dan simpan dalam lemari pendingin. Pergunakan paling tidak seminggu setelah dibeli. Untuk jenis keju kenyal sebaiknya ditaruh dalam wadah tertutup kedap udara atau bungkus dengan alumunium foil dan simpan dalam lemari pendingin. Jenis keju keras sebaiknya dipotong sesuai keperluan dan simpan sisanya di tempat kering dan sejuk. Karena sedikit mengandung air, keju keras lebih awet.
  2. Keju yang utuh atau sudah diparut dan dipotong sebaiknya dibungkus kertas minyak atau alumunium foil dan dimasukkan ke dalam plastik. Simpan dalam wadah yang kedap udara di dalam lemari pendingin. Tujuannya agar keju tetap lembab, tidak kering dan jamuran. Keju yang jamuran di permukaannya, bisa dibuang kira-kira 1 cm, sebab kebanyakan jamur yang mencemari keju tidak berbahaya, namun bisa mengakibatkan keju menjadi tengik.
  3. Setelah dibuka, sebaiknya keju disimpan di dalam wadah yang kedap udara di dalam lemari pendingin. Penyimpanan pada suhu  0 - 7 derajat celcius dapat mempertahankan mutu keju yang telah dipotong selama 1 - 3 bulan.
  4. Keju kenyal dan keju keras bisa dibekukan, tetapi setelah dicairkan kembali, teksturnya menjadi berubah. Karena itu, sebaiknya bekukan keju hanya yang akan digunakan dalam proses memasak, bukan keju yang akan langsung dimakan (keju meja).
  5. Sebelum dimakan, sesuaikan dengan suhu ruang satu jam sebelumnya, agar keju menjadi lebih lembut dan sedikit berminyak.
  6. Jangan menyimpan keju bercampur dengan makanan lain yang beraroma tajam. Saat keju 'bernafas', dapat menyerap bau tersebut dan merusak aromanya.

Sumber: Majalah Femina

Bangket Susu



Bangket, kue kering khas Indonesia ini, banyak ragamnya. Ada yang berasal dari betawi (orang betawi biasa bilang kue bangkit, bukan bangket), palembang, jawa dan beberapa daerah lain. Menurut berbagai informasi yang saya baca, aslinya, kue bangkit ini menggunakan tepung sagu/tepung beras, santan dan kelapa sebagai bahan utamanya. Tapi semakin kesini, banyak resep kue bangket yang menambahkan bahan mentega atau margarin. Mungkin untuk mengurangi efek keras dan membuat kue lebih renyah.


Bangket yang kali ini saya buat, adalah dalam rangka ikutan Bangket Week di milis NCC (Natural Cooking Club). Sebenernya ada banyak resep bangket yang berseliweran di milis. Diantara sekian banyak, ternyata yang paling banyak dicoba teman-teman adalah Bangket Susu-nya Mba Nadrah. Sebagian besar testimoni teman-teman selain rasanya yang susu banget dan lumer di mulut, juga kesulitan dalam hal mencetak adonannya. Berhubung udah parno duluan, akhirnya resep kue bangket susu ini aku modif sedikit, padahal baru kali ini nyoba.


Bangket Susu
Resep: Mba Nadrah - Milis NCC

Bahan:
500 gr tepung sagu, sangrai dengan daun pandan, dinginkan
100 gr margarin
150 gr gula halus
75 gr susu kental manis

Cara membuat:
  1. Campur semua bahan jadi satu.
  2. Cetak menggunakan cetakan kue satu.
  3. Bakar dengan api kecil, 140 derajat celcius, selama kurang lebih 10 menit.
  4. Angkat kukis tidak pada saat panas.
  5. Karena kue ini teksturnya rapuh, angkatnya harus dengan kasih sayang, atur di stoples, jangan diangkat lagi kecuali mau dimakan.





Modifikasi:
  • Tepung sagu sangrai yang digunakan hanya kurleb 360 - 380 gr.
  • Gula halus yang digunakan 100 gr.
  • Margarin + gula halus + susu kental manis dikocok dulu dengan mikser kecepatan rendah selama kurleb 5 menit. Baru setelah itu, masukkan tepung sagunya. Aduk hingga rata menggunakan pisau pastry hingga adonan bisa dikepal dan tidak terlalu mawur (lihat gambar diatas).
Hasilnya yang modifikasi, adonan lebih mudah dicetak. Hanya saja, karena saya terlalu semangat masukkin ke cetakan dan memanggangnya terlalu lama (30 menit), hasil akhir kue nya agak keras. Harusnya, adonan jangan terlalu dipadatkan ke dalam cetakan supaya kue tidak menjadi keras. Lalu ternyata, proses pemanggangan yang terlalu lama, juga bisa mengakibatkan kue menjadi keras.